Pajak Bumi dan Bangunan dan Cara Menghitungnya

Pajak Bumi dan Bangunan dan Cara Menghitungnya

       Bagi Anda yang memiliki tempat tinggal sendiri, pasti anda sudah sering mendengar istilah PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan. Namun apakah Anda tahu apa sebenarnya Pajak Bumi dan Bangunan itu, Karena sangatlah disesalkan apabila Anda tidak mengerti apa yang sudah Anda bayarkan. Kalau begitu, mari kita kenal lebih dekat mengenai PBB. PBB Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang ditanggung oleh orang pribadi atau badan yang mendapatkan keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik karena hak atas tanah dan bangunannya. Dasar Pengenaan Pajak PBB setelah kita mengetahui apa itu PBB, kita juga perlu mengetahui dasar pengenaan PBB yang harus dibayarkan. Jangan sampai kita mendapatkan SPPT, tetapi tidak tahu dari mana asalnya besaran nominal PBB yang harus dibayarkan. Dasar pengenaan PBB adalah NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). NJOP adalah harga rata-rata atau harga pasar pada transaksi jual beli, dalam hal ini objek pajaknya adalah bumi dan bangunan. NJOP biasanya ditetapkan setiap tahunnya oleh Menteri Keuangan (Menkeu). NJOP masing-masing wilayah berbeda. Dasar penetapan NJOP untuk Bumi dan Bangunan

1. Beberapa Faktor yang Menentukan Dasar Penetapan NJOP Bumi:

  • Letak
  • Pemanfaatan
  • Peruntukan
  • Kondisi Lingkungan

2. Beberapa Faktor yang Menentukan Dasar Penetapan NJOP Bangunan:

  • Bahan yang digunakan dalam bangunan
  • Rekayasa
  • Letak
  • Kondisi lingkungan

Nah, itulah dasar dalam penetapan NJOP untuk bumi dan bangunan oleh Menkeu jika terjadi transaksi jual beli atas tanah dan bangunan, lalu bagaimana penetapan NJOP saat tidak ada transaksi jual beli, misalnya saja secara hibah, warisan, dan lain sebagainya, Penetapan NJOP jika tidak ada transaksi jual beli, bisa dilakukan dengan:

1. Perbandingan Harga dengan Obyek Lain

       Penetapan NJOP jika tidak ada transaksi jual beli, salah satunya bisa dilakukan dengan membandingkan harga pada objek lain. Objek lain yang dimaksud adalah objek yang masih sejenis, lokasinya berdekatan, memiliki fungsi yang sama dan objek lain yang sudah diketahui nilai jualnya. Mengapa dengan objek lain, Hal itu karena objek lain dapat memberikan gambaran yang kurang lebih mendekati dengan objek yang dibandingkan, sehingga NJOP yang ditetapkan memiliki hitungan yang benar.

2. Nilai Perolehan Baru

       Berbeda dengan penetapan NJOP yang dilakukan dengan cara membandingkan harga dengan objek lain, penetapan NJOP dengan nilai perolehan baru maksudnya adalah dengan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek pajak. Penilaian tersebut akan dikurangi dengan penyusutan yang terjadi pada kondisi fisik objek pajak.

3. Nilai Jual Pengganti

       NJOP juga bisa ditetapkan dengan nilai jual pengganti, nilai jual pengganti di sini adalah menetapkan NJOP berdasarkan hasil produk objek pajak. Jadi bukan dengan membandingkan obyek lain atau dengan menghitung biaya yang dikeluarkan, namun didasarkan pada keluaran yang dihasilkan objek pajak.

Cara Menghitung PBB

Dasar perhitungan PBB adalah perkalian tarif 0,5% dengan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak), sedangkan NJKP diperoleh 20% dari NJOP. contohnya diketahui bahwa NJOP suatu objek pajak Rp2.000.000. Maka berapakah PBB-nya?

Langkah awal, kita harus mengetahui terlebih dahulu NJKP-nya:

NJKP  : 20% x Rp2.000.000 = Rp400.000

Kemudian baru menghitung PBB-nya:

PBB: 0,5% x Rp400.000 = Rp2.000

Itulah contoh sederhananya, mari kita praktikkan kembali menghitung PBB dengan ilustrasi sebagai berikut:

Pak Amin memiliki rumah seluas 50 meter persegi yang berdiri di atas sebidang tanah seluas 100 meter persegi. Diketahui harga bangunan tersebut adalah Rp500.000, sedangkan harga tanah tersebut adalah Rp1.000.000. Jadi berapakah PBB yang harus dibayarkan oleh Pak Amin?

Begini tahapannya:

1. Hitung terlebih dahulu nilai bangunan dan tanahnya:

Bangunan = 50 x Rp500.000 = Rp25.000.000
Tanah  =  100  x  Rp 1.000.000 = Rp100.000.000

2. Hitung NJOP-nya dengan menjumlahkan nilai bangunan dan tanah:

Nilai Bangunan: Rp25.000.000
Nilai Tanah:   Rp100.000.000 
    Rp 125.000.000

3. Setelah diketahui NJOP-nya, kita bisa langsung menghitung PBB-nya:

NJKP = 20% x Rp125.000.000 = Rp25.000.000
PBB  = 0,5% x  Rp 25.000.000 = Rp125.000

Kantor Konsultan Pajak Terkenal dan Terdaftar di Kab. Probolinggo

Kantor Konsultan Pajak Terkenal konsultasikan masalah pajak anda dengan kami. mulai pembuatan laporan pajak dan keuangan. kami siap melayani apapun jenis usaha anda,baik dibidang jasa, dagang maupun manufaktur. layanan pajak meliputi: pembuatan laporan pajak, konsultasi pajak, pembuatan laporan keuangan, perencanaan pajak (tax planning), tax review, dan masih banyak lagi.

adapun area Kab. Probolinggo kami siap melayani di beberapa daerah antara lain:

KABUPATEN PROBOLINGGO

Kecamatan Bantaran
kecamatan Bantaran dibagi menjadi 10 kelurahan:
– Kelurahan Bantaran
– Kelurahan Gunung Tugel
– Kelurahan Karang Anyar
– Kelurahan Kedung Rejo
– Kelurahan Kramat Agung (Kramatung)
– Kelurahan Kropak
– Kelurahan Legundi
– Kelurahan Patokan
– Kelurahan Tempuran
– Kelurahan Besuk

Kecamatan Banyuanyar
Kecamatan banyuanyar dibagi menjadi 14 kelurahan:
– Kelurahan Alassapi
– Kelurahan Banyuanyar Kidul
– Kelurahan Banyuanyar Tengah
– Kelurahan Blado Wetan
– Kelurahan Gading Kulon
– Kelurahan Gunung Geni
– Kelurahan Klenang Kidul
– Kelurahan Klenang Lor
– Kelurahan Liprak Kidul
– Kelurahan Liprak Kulon
– Kelurahan Liprak Wetan
– Kelurahan Pendil
– Kelurahan Sentulan
– Kelurahan Tarokan

Kecamatan Besuk
Kecamatan Besuk dibagi menjadi 17 kelurahan:
– Kelurahan Alas Kandang
– Kelurahan Alas Nyiur
– Kelurahan Alas Sumur Lor
– Kelurahan Alas Tengah
– Kelurahan Bago
– Kelurahan Besuk Agung
– Kelurahan Besuk Kidul
– Kelurahan Jambangan
– Kelurahan Kecik
– Kelurahan Klampokan
– Kelurahan Krampilan
– Kelurahan Matekan
– Kelurahan Randu Jalak
– Kelurahan Sindet Anyar
– Kelurahan Sindet Lami
– Kelurahan Sumberan
– Kelurahan Sumur Dalam

Kecamatan Dringu
Kecamatan Dringu dibagi menjadi 14 kelurahan, diantaranya:
– Kelurahan Dringu
– Kelurahan Kalirejo
– Kelurahan Kalisalam
– Kelurahan Kedungdalem
– Kelurahan Mranggon Lawang
– Kelurahan Ngepoh
– Kelurahan Pabean
– Kelurahan Randuputih
– Kelurahan Sekarkare
– Kelurahan Sumber Agung
– Kelurahan Sumber Suko
– Kelurahan Taman Sari
– Kelurahan Tegalrejo
– Kelurahan Watuwungkuk

Kecamatan Gading
Kecamatan Gading dibagi menjadi 19 kelurahan:
– Kelurahan Batektaman (Betektaman)
– Kelurahan Batur
– Kelurahan Bulupandak
– Kelurahan Condong
– Kelurahan Dandang
– Kelurahan Duren
– Kelurahan Gading Wetan
– Kelurahan Jurangjero
– Kelurahan Kaliacar
– Kelurahan Keben
– Kelurahan Kertosono
– Kelurahan Mojolegi
– Kelurahan Nogosaren
– Kelurahan Prasi
– Kelurahan Ranuwurung
– Kelurahan Renteng
– Kelurahan Sentul
– Kelurahan Sumbersecang
– Kelurahan Wangkal

Kecamatan Gending
Kecamatan Gending dibagi menjadi 13 kelurahan:
– Kelurahan Banyuanyar Lor
– Kelurahan Brumbungan Lor
– Kelurahan Bulang
– Kelurahan Curahsawo
– Kelurahan Gending
– Kelurahan Jatiadi
– Kelurahan Klaseman
– Kelurahan Pajurangan
– Kelurahan Pesisir
– Kelurahan Pikatan
– Kelurahan Randupitu
– Kelurahan Sebaung
– Kelurahan Sumberkerang

Kecamatan Kota Anyar
dibagi menjadi 13 kelurahan:
– Kelurahan Curahtemu
– Kelurahan Kedungrejoso
– Kelurahan Kota Anyar
– Kelurahan Pasembon
– Kelurahan Sambirampak Kidul
– Kelurahan Sambirampak Lor
– Kelurahan Sidomulyo
– Kelurahan Sidorejo
– Kelurahan Sukorejo
– Kelurahan Sumbercentang (Sumbercenteng)
– Kelurahan Talkadang
– Kelurahan Tambakukir
– Kelurahan Triwungan

Kecamatan Kraksaan
Kecamatan Kraksaan dibagi menjadi 18 kelurahan:
– Kelurahan Alassumur Kulon
– Kelurahan Asembagus
– Kelurahan Asembakor
– Kelurahan Bulu
– Kelurahan Kalibuntu
– Kelurahan Kandangjati Kulon
– Kelurahan Kandangjati Wetan
– Kelurahan Kebonagung
– Kelurahan Kraksaan Wetan
– Kelurahan Kregenan (Keregenan)
– Kelurahan Patokan
– Kelurahan Rangang (Rangkang)
– Kelurahan Rondokuning
– Kelurahan Semampir
– Kelurahan Sidomukti
– Kelurahan Sidopekso
– Kelurahan Sumberlele
– Kelurahan Taman Sari

Kecamatan Krejengan
Kecamatan Krenjengan dibagi menjadi 17 kelurahan:
– Kelurahan Dawuan
– Kelurahan Gebangan
– Kelurahan Jatiurip
– Kelurahan Kamalkuning
– Kelurahan Karangren
– Kelurahan Kedungcaluk
– Kelurahan Krejengan
– Kelurahan Opo Opo
– Kelurahan Patemon
– Kelurahan Rawan
– Kelurahan Seboro
– Kelurahan Sentong
– Kelurahan Sokaan
– Kelurahan Sumberkatimoho
– Kelurahan Tanjungsari
– Kelurahan Temenggungan
– Kelurahan Widoro

Kecamatan Krucil
Kecamatan Krucil dibagi menjadi 14 kelurahan:
– Kelurahan Bermi (Bremi)
– Kelurahan Betek
– Kelurahan Guyangan
– Kelurahan Kalianan
– Kelurahan Kertosuko
– Kelurahan Krobongan (Krobungan)
– Kelurahan Krucil
– Kelurahan Pandanlaras
– Kelurahan Plaosan
– Kelurahan Roto
– Kelurahan Seneng
– Kelurahan Sumber Duren
– Kelurahan Tambelang
– Kelurahan Watupanjang

Kecamatan Kuripan
Kecamatan Kuripan dibagi menjadi 7 kelurahan:
– Kelurahan Jatisari
– Kelurahan Karangrejo
– Kelurahan Kedawung
– Kelurahan Menyono
– Kelurahan Resongo
– Kelurahan Wonoasri
– Kelurahan Wringin Anom

Kecamatan Leces
dibagi menjadi 10 kelurahan:
– Kelurahan Clarak
– Kelurahan Jorongan
– Kelurahan Keprangan (Kerpangan)
– Kelurahan Leces
– Kelurahan Malasan Kulon
– Kelurahan Pondok Wuluh
– Kelurahan Sumber Kedawung
– Kelurahan Tigasan Kulon
– Kelurahan Tigasan Wetan
– Kelurahan Warujinggo

Kecamatan Lumbang
dibagi menjadi 10 kelurahan:
– Kelurahan Boto
– Kelurahan Branggah
– Kelurahan Lambangkuning
– Kelurahan Lumbang
– Kelurahan Negororejo
– Kelurahan Palangbesi
– Kelurahan Purut
– Kelurahan Sapih
– Kelurahan Tandongsentul (Tandon Sentul)
– Kelurahan Wonogoro

Kecamatan Maron
Kecamatan Maron dibagi menjadi 18 kelurahan:
– Kelurahan Brabe
– Kelurahan Brani Kulon
– Kelurahan Brani Wetan
– Kelurahan Brumbungan Kidul
– Kelurahan Ganting Kulon
– Kelurahan Ganting Wetan
– Kelurahan Gerongan
– Kelurahan Kedungsari
– Kelurahan Maron Kidul
– Kelurahan Maron Kulon
– Kelurahan Maron Wetan
– Kelurahan Pegalangan Kidul
– Kelurahan Puspan
– Kelurahan Satreyan
– Kelurahan Suko
– Kelurahan Sumberdawe
– Kelurahan Sumberpoh
– Kelurahan Wonorejo

Kecamatan Paiton
Kecamatan Paiton dibagi menjadi 20 kelurahan:
– Kelurahan Alas Tengah
– Kelurahan Bhinar
– Kelurahan Jabung Candi
– Kelurahan Jabung Sisir
– Kelurahan Jabung Wetan
– Kelurahan Kalikajar Kulon
– Kelurahan Kalikajar Wetan
– Kelurahan Karanganyar
– Kelurahan Paiton
– Kelurahan Pandean
– Kelurahan Patunjungan
– Kelurahan Plampang
– Kelurahan Pondok Kelor
– Kelurahan Randu Merak
– Kelurahan Randu Tatah
– Kelurahan Sidodadi
– Kelurahan Sukodadi
– Kelurahan Sumberanyar
– Kelurahan Sumberejo
– Kelurahan Taman

Kecamatan Pajarakan
Kecamatan Pajarakan dibagi menjadi
– Kelurahan Gejungan
– Kelurahan Karangbong
– Kelurahan Karanggeger
– Kelurahan Karangpranti
– Kelurahan Ketompen
– Kelurahan Pajarakan Kulon
– Kelurahan Penambangan
– Kelurahan Selogudig Kulon
– Kelurahan Selogudig Wetan
– Kelurahan Sukokerto
– Kelurahan Sukomulyo
– Kelurahan Tanjung

Kecamatan Pakuniran
Kecamatan Pakuniran dibagi menjadi 17 kelurahan:
– Kelurahan Alas Pandan
– Kelurahan Bimo
– Kelurahan Blimbing
– Kelurahan Bucor Kulon
– Kelurahan Bucor Wetan
– Kelurahan Glagah
– Kelurahan Gondosuli
– Kelurahan Gunggungan Kidul
– Kelurahan Gunggungan Lor
– Kelurahan Kalidandan
– Kelurahan Kedungsumur
– Kelurahan Kertonegoro
– Kelurahan Pakuniran
– Kelurahan Patemon Kulon
– Kelurahan Ranon
– Kelurahan Sogaan
– Kelurahan Sumber Kembar

Kecamatan Sukapura
Kecamatan Sukapura dibagi menjadi 12 kelurahan:
– Kelurahan Jetak
– Kelurahan Kedasih
– Kelurahan Ngadas
– Kelurahan Ngadirejo
– Kelurahan Ngadisari
– Kelurahan Ngepung
– Kelurahan Pakel
– Kelurahan Sapikerep
– Kelurahan Sariwani
– Kelurahan Sukapura
– Kelurahan Wonokerto
– Kelurahan Wonotoro

Kecamatan Sumber
dibagi menjadi 9 kelurahan:
– Kelurahan Cepoko
– Kelurahan Gemito
– Kelurahan Ledokombo
– Kelurahan Pandansari
– Kelurahan Rambaan
– Kelurahan Sumber
– Kelurahan Sumberanom
– Kelurahan Tukul
– Kelurahan Wonokerso

Kecamatan Sumberasih
Kecamatan Sumberasih dibagi menjadi 13 kelurahan:
– Kelurahan Ambulu
– Kelurahan Banjarsari
– Kelurahan Gili Ketapang
– Kelurahan Jangur
– Kelurahan Laweyan
– Kelurahan Lemahkembar
– Kelurahan Mentor
– Kelurahan Muneng
– Kelurahan Muneng Kidul
– Kelurahan Pesisir
– Kelurahan Pohsangit Leres
– Kelurahan Sumberbendo
– Kelurahan Sumurmati

Kecamatan Tegal Siwalan
Kecamatan Tegal Siwalan dibagi menjadi 12 kelurahan:
– Kelurahan Banjarsawah
– Kelurahan Blado Kulon
– Kelurahan Bulujaran Kidul
– Kelurahan Bulujaran Lor
– Kelurahan Gunung Bekel
– Kelurahan Malasan Wetan
– Kelurahan Paras
– Kelurahan Sumberbulu
– Kelurahan Sumberkledung
– Kelurahan Tegal Mojo
– Kelurahan Tegal Siwalan
– Kelurahan Tegal Sono

Kecamatan Tiris
Kecamatan Tiris dibagi menjadi 16 kelurahan:
– Kelurahan Andung Biru
– Kelurahan Andung Sari
– Kelurahan Jangkang
– Kelurahan Pegadangan
– Kelurahan Pesawahan
– Kelurahan Racek
– Kelurahan Ranuagung
– Kelurahan Ranugedang
– Kelurahan Renjing (Rejing)
– Kelurahan Segaran
– Kelurahan Tegalwatu
– Kelurahan Tiris
– Kelurahan Tlogoargo
– Kelurahan Tlogosari
– Kelurahan Tulupari
– Kelurahan Wedusan

Kecamatan Tongas
kecamatan Tongas dibagi menjadi 14 kelurahan:
– Kelurahan Bayeman
– Kelurahan Curah Dringu
– Kelurahan Curah Tulis
– Kelurahan Dungun
– Kelurahan Klampok
– Kelurahan Pamatan
– Kelurahan Sumberejo
– Kelurahan Sumberkramat
– Kelurahan Sumendi
– Kelurahan Tambakrejo
– Kelurahan Tanjungrejo
– Kelurahan Tongas Kulon
– Kelurahan Tongas Wetan
– Kelurahan Wringinanom

Kecamatan Wonomerto
dibagi menjadi 11 kelurahan:
– Kelurahan Jrebeng
– Kelurahan Kareng Kidul
– Kelurahan Kedung Supit
– Kelurahan Patalan
– Kelurahan Pohsangit Lor
– Kelurahan Pohsangit Ngisor
– Kelurahan Pohsangit Tengah
– Kelurahan Sepuh Gempol
– Kelurahan Sumberkare
– Kelurahan Tunggak Cerme
– Kelurahan Wonorejo

jika anda butuh informasi detail tentang pajak dan akuntansi silahkan hubungi: 0821-3937-3789